Mengelola klinik secara efisien memerlukan solusi yang cerdas, dan penggunaan formulir persetujuan berbasis kertas dapat memperlambat operasional. Dokumen yang hilang, pencatatan manual, serta risiko hukum menjadi beban yang tidak perlu. Dengan mengadopsi formulir persetujuan digital dalam clinic management software, klinik dapat meningkatkan alur kerja, meningkatkan keamanan, dan memberikan pengalaman pasien yang lebih nyaman.
Mengapa Formulir Kertas Menghambat Klinik Anda?
Formulir tradisional rentan hilang, memerlukan proses manual yang rumit, dan memperlambat akses informasi penting. Akibatnya, kepatuhan serta efisiensi klinik bisa terganggu. Kreloses menghadirkan solusi digital yang memastikan penyimpanan aman, akses cepat, serta integrasi langsung dengan rekam medis pasien.
Pilihan Cerdas: Formulir Persetujuan Digital dalam EMR
Beralih ke formulir digital dalam sistem rekam medis elektronik (EMR) membawa banyak manfaat, di antaranya:
✔ Alur Kerja Lebih Cepat – Tidak perlu pemindaian atau pengarsipan manual; akses digital instan mempercepat proses.
✔ Keamanan & Kepatuhan Lebih Baik – Data pasien terlindungi dengan enkripsi serta sesuai dengan standar regulasi.
✔ Pengalaman Pasien yang Lebih Baik – Pasien dapat membaca dan menandatangani formulir secara digital, baik di klinik maupun dari jarak jauh.
✔ Jejak Audit Otomatis – Setiap tanda tangan memiliki jejak waktu yang memberikan perlindungan hukum dan transparansi.
✔ Integrasi Mulus – Formulir persetujuan langsung terhubung dengan clinic management software, memastikan operasional berjalan lancar.
Beralih ke Digital dengan Kreloses
Masih menggunakan kertas? Kreloses memudahkan transisi dengan menyediakan clinic management software yang menyederhanakan dokumentasi dan meningkatkan efisiensi klinik Anda.
🔹 Akses cepat – Tidak ada lagi dokumen yang hilang.
🔹 Proses otomatis – Mengurangi kesalahan pencatatan dan menghemat waktu.
🔹 Alur kerja yang lebih baik – Biarkan tim Anda fokus pada perawatan pasien, bukan tugas administratif.
Digitalisasi Klinik Anda Sekarang!
Masa depan manajemen klinik adalah digital. Beralihlah ke Kreloses dan rasakan cara yang lebih cerdas dalam mengelola formulir persetujuan.
👉 Siap meningkatkan efisiensi klinik Anda? Hubungi Kreloses sekarang di www.kreloses.com
Sources:
HealthIT.gov. (2019). Patient consent for electronic health information exchange and interoperability. Retrieved from HealthIT.gov
Kim, J., Park, H., & Lee, S. (2021). The role of electronic informed consent in ensuring compliance with legal and ethical standards. Journal of Medical Ethics, 47(3), 185-192. Retrieved from Journal of Medical Ethics
Kruse, C. S., Kothman, K., Anerobi, K., & Abanaka, L. (2018). Adoption factors associated with electronic health records among long-term care facilities: A systematic review. BMJ Open, 8(9), e019611. Retrieved from BMJ Open
U.S. Department of Health and Human Services. (2020). Use of electronic informed consent: Questions and answers. Retrieved from HHS.gov
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 290/MENKES/PER/III/2008. Persetujuan tindakan kedokteran. Retrieved from Puskesmas Kalikajar